Jalan Rusak Diruas Buol - Umu Sulteng Jadi Sorotan, Warga Buol Minta Kepala BPJN Evaluasi Bawahannya
"Jalan Rusak Diruas Buol - Umu Sulteng Jadi Sorotan, Warga Buol Minta Kepala BPJN Evaluasi Bawahannya"
Baca Juga: Menanti Gerak APH di Sulteng, Proyek Rp156,6 Miliar Disoal
Diketahui sudah ratusan miliar anggaran meluncur deras dari kantong APBN untuk penanganan jalan di wilayah kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) 1 Sulteng atau ruas jalan kewenangan PPK 1.1. Namun disinyalir kerusakan badan jalan makin parah di wilayah itu.
Kondisi terkini jalan nasional di PJN Wilayah I ruas PPK 1.1 butuh perhatian serius, foto istimewa 2025
Kondisi tersebut memunculkan beragam protes dan tanggapan warga, menurut masyarakat jalan rusak berdampak buruk terhadap arus perputaran ekonomi, selain itu bisa berakibat fatal terjadinya kecelakaan saat melintas.
Seperti yang disampaikan Edo warga Kecamatan Paleleh Barat, menurutnya jalan di wilayah mereka berubah seperti kolam ikan saat musim hujan, harus hati-hati jarena jalannya sangat licin.
" Jika tidak hati-hati melintas pak, nyawa bisa jadi taruhan, persoalannya lubang jalan tertutup air, licin dan rawan kecelakaan." Ungkapnya di Timbulon 27/5/2025.
Jalan rusak di Kabupaten Buol - Lokodoka -Paleleh - Umu, PPK 1.1 tahun 2025,
Iapun berharap keluhan warga menjadi motivasi bagi pihak terkait untuk memperbaiki lubang-lubang jalan yang membahayakan di semua ruas jalan di Kabupaten Buol.
Dirinya juga minta agar kualitas betul-betul bagus, bertahan sampai bertahun-tahun, baru ada perbaikan kembali.
" Kualitas juga penting om, jangan baru dikerjakan, beberapa bulan rusak lagi, semoga di Buol tidak terjadi " bebernya.
Warga lainya Alam ( 30 ) berharap agar jalan Trans Sulawesi ini bebas dari lubang jalan.
Menurutnya bila jalan bagus dan mulus maka bisa menjamin kemakmuran warga.
Hal yang berbeda disampaikan Sidik, dirinya kesal dengan kondisi jalan rusak di Kabupaten Buol.
Jika musim hujan tiba, ia terpaksa menunda perjalanan karena takut kendaraan satu-satunya rusak akibat terperosok di lubang jalan.
Kondisi jalan nasional yang rusak, pengendara diharap ekstra hati-hati saat melintas, jalan licin dan berlubang tahun 2025" Kalau so hujan kak, terpaksa menunda perjalanan, takut rusak kendaraan, minggu kemarin sempat jatuh tapi untungnya tidak apa-apa, hanya spion sama sayap motor yang pecah " keluhnya.
Menilik jauh anggaran mewah yang sudah dikucurkan mencapai ratusan miliar sejak tahun 2019 hingga 2024 kemana?
Banyaknya jalan rusak menjadi pertanyaan mengenai kinerja PPK 1.1 diruas jalan itu. Banyaknya sorotan warga Buol memuat pesan penting kepada Kepala BPJN Sulawesi Tengah dan Kementerian PU untuk melakukan evaluasi kepada PPK yang berwenang.
Sorotan tajam ini disampaikan Anto tokoh muda pemerhati pembangunan di Kabupaten Buol mewakili masyarakat mendesak Kejati Sulteng melakukan audit investigasi menyeluruh tentang persoalan kerusakan jalan yang dinilainya harus secepat dilakukan agar jalan nasional di Buol bebas dari lubang yang mengancam keselamatan.
Iya juga berharap agar Kepala BPJN Sulteng melakukan evaluasi kepada bawahannya, harapan ini disampaikan karena melihat kondisi kerusakan jalan yang ada saat ini.
" Perlu ada ada regenerasi untuk menjaga kepercayaan masyarakat kepada BPJN Sulteng " harapnya.
Sementara itu, Hendra SH mantan Mahasiswa Gorontalo mengatakan bahwa sebagai putra daerah, jalan rusak di tanah kelahirannya itu harus mendapat atensi positif dari APH di Sulawesi Tengah saat ini.
Anggaran pelaksanaan dan penanganan jalan yang selama ini diperuntukan untuk memperbaiki kondisi jalan rusak harus benar-benar memberikan dampak positif pembangunan.
" Dana itu kan pak asalnya dari masyarakat melalui pajak, jadi prinsipnya harus benar-benar manfaatnya dirasahkan " ungkapnya.
Jika kemudian masih saja ada protes warga terkait jalan rusak, maka disinyalir masyarakat belum merasakan dampak pembangunan tersebut. Pungkasnya.
Berdasarkan informasi masyarakat Buol tersebut, wartawan media ini melakukan reportase yang dimulai dari kilometer 610 Kelurahan Bugis hingga ujung ruas di Desa Umu Kabupaten Buol menemukan sejumlah kerusakan badan jalan serta drainase dan pasilitas perlengkapan jalan lainya yang memerlukan penanganan serius dari BPJN Sulawesi Tengah menuju standar jalan nasional 2025.
Berikut Kucuran Dana Pembangunan serta Penanganan Jalan Nasional kurun waktu 2019 sampai 2024 diruas jalan Buol - Lokodoka -Paleleh - Umu Batas Provinsi Gorontalo;
1. Kucuran Dana APBN 2019
Pada tahun 2019, BPJN Sulawesi Tengah mendapatkan anggaran Preservasi ruas jalan Umu-Paleleh-Lokodoka-Buol yang dikerjakan PT Way Mincang dengan nilai kontrak Rp36,927.829.000.
2. Kemudian Tahun 2020 Kucuran Dana APBN
Tahun 2020 kembali ruas tersebut mendapatkan anggaran Preservasi ruas jalan Umu-Paleleh-Lokodoka-Buol dikerjakan oleh PT Berkat Rahmat Sejati dengan nilai kontrak Rp25.020.962.000.
3. Tahun 2021 Dana APBN
Tahun anggaran 2021 Preservasi jalan Umu-Paleleh-Lokodoka-Buol (MYC) dikerjakan oleh PT Tri Sandi Yudha, dengan nilai kontrak Rp51.236.444.000 panjang penanganan sejauh 17.14 Kilometer
4. Tahun 2021 Dana APBN
Tahun anggaran 2021 Preservasi jalan Umu-Paleleh-Lokodoka-Buol dikerjakan oleh PT Vertikal Tiara Manunggal dengan nilai kontrak Rp7,878.613.500
5. Tahun 2022 Dana APBN
Tahun anggaran 2022 Preservasi rutin jalan Umu-Paleleh-Lokodoka-Buol dikerjakan oleh CV Liuntuhaseng Brothers, dengan nilai kontrak Rp10,722.786.000.
6. Tahun 2023 Dana APBN
Tahun anggaran 2023 Preservasi rutin jalan Umu-Paleleh-Lokodoka-Buol dikerjakan oleh PT Alliessan, dengan nilai kontrak Rp20,937.119.000.
7. Tahun 2024 Dana APBN
Pada tahun 2024, kementerian Pekerjaan Umum kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 11,4 miliar untuk pemeliharaan jalan dan juga perbaikan jembatan diruas Jalan Buol - Lokodoka -Paleleh -Umu batas provinsi Gorontalo.
Berikut pesan konfirmasi yang disampaikan redaksi mengenai dugaan adanya kerusakan jalan yang belum tertangani di wilayah tersebut;
Kepala BPJN Sulawesi Tengah yang dimintai keterangan resminya pada 11/6/2025 terkait dugaan kerusakan jalan nasional diruas Buol -Lokodoka - Paleleh - Umu batas provinsi Gorontalo tahun anggaran 2023 dan tahun 2024.
Konfirmasi disampaikan terkait ruas-ruas jalan rusak yang dikeluhkan masyarakat di wilayah Kecamatan Gadung sampai ruas jalan Paleleh - Umu batas provinsi Gorontalo.
" Jalan rusak ini disinyalir tidak dikerjakan tahun 2023 dan tahun 2024 kemarin, padahal pak tahun 2023 ada anggarannya sebesar Rp 20,937. 119. 000 dengan pelaksana PT. Alliessan.
Sementara tahun 2024 kucuran dana sebesar Rp11.4 miliar.
Dugaan koridor2 ini tidak dilakukan perbaikan.
Mohon maaf pak jika kami tidak sopan, mohon tanggapannya untuk kepentingan pemberitaan kami. Tks "
Hingga berita ini tayang, keterangan resmi dari kepala BPJN Sulteng belum diterima redaksi respon aktual.
Pewarta: Ilyas Imran




