Menanti Gerak APH di Sulteng, Proyek Rp156,6 Miliar Disoal

Menanti Gerak APH di Sulteng, Proyek Rp156,6 Miliar Disoal


Konstruksi proteksi lereng bukit untuk proyek PT Wika Rp156,6 ruas Kalawara-Kulawi, foto 2 Januari 2023 atau 7 bulan sebelum masa PHO dilaksanakan, diduga sampai 28/11/2023 tidak dilakukan perbaikan


Menanti Gerak APH di Sulteng, Proyek Rp156,6 Miliar Disoal

Sigi, Respon Aktual - Menanti Gerak APH di Sulawesi Tengah, Proyek Rp156,6 Miliar Disoal, ada item pekerjaan ditengarai keluar dari aturan pelaksanaan sehingga berpotensi merugikan 'keuangan negara'.
Proyek jalan Non Nasional Milik BPJN Sulteng di ruas jalan Kalawara-Kulawi, foto 28/11/2023

Informasi yang dihimpun sejak 02 Januari tahun 2023 oleh tim media yang tergabung, proyek yang membentang diruas jalan Kalawara Kulawi sepanjang 12,6 kilometer, mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, utamanya para pengguna jalan yang melintas.

Seperti yang disampaikan Ian 28/11/2023 salah satu warga Kulawi yang setiap waktu melintas di ruas jalan tersebut menjelaskan, bahwa jalan di gunung potong yang baru selesai beberapa bulan lalu mulai rusak, seperti terdapat lubang jalan, drainase ambruk, talud penahan patah, pinggiran jalan ambles.
Drainase rusak parah, proyek BPJN Sulteng PPK 1.6 Pelaksana jalan nasional wilayah 1, foto 28/11/2023

" Iya benar Pak, badan jalan mulai rusak, kalau tidak salah proyeknya baru beberapa bulan lalu selesai, tapi kok mulai rusak, aneh ya pak " 

Menurutnya jika musim hujan, harus ekstra hati-hati sebab banyak material yang menutup badan jalan.

" Itu jaring yang dipasang sudah rusak, banyak yang terlepas " bebernya.

Sepertinya jaring yang dipasang tidak bisa menahan lumpur saat musim hujan, pungkas Ian.
Jaring pengaman erosi lereng bukit ruas jalan Kalawara-Kulawi, tampak perbedaan meterial kontruksi kanan Geomet dan kiri cocomesh anyaman dari sabut kelapa, foto 02/1/2023

Sementara warga lainya mengaku aneh melihat hasil kerja proyek ratusan miliar rupiah, Albert menjelaskan di beberapa titik bila diperhatikan jaring di lereng-lereng bukit seperti ada yang aneh, pasalnya kata Alber diduga ada perbedaan material yang mencolok, seperti di Omu dan Sadaunta.
Cocomesh tanpa jaring kawat untuk pengaman lereng bukit di desa Omu, STA 0+400, foto 2 Januari 2023, atau 7 bulan sebelum masa PHO dilaksanakan

" Jaring yang dipasang di Omu sejak Januari sudah rusak, padahal proyek tersebut belum rampung dilaksanakan, tapi anehnya diduga tidak perna dilakukan perbaikan " terangnya.

Dengan beberan warga, 02 Januari tim media melakukan reportase diruas yang dimaksud warga, benar saja ditemukan fakta kerusakan cocomesh yang digunakan sebagai material konstruksi proteksi lereng bukit, rusak di semua bagian, lokasi kerusakan cocomesh tepatnya di desa Omu.
Papan informasi proyek rekonstruksi ruas jalan Kalawara-Kulawi-Jonoge-Sirenja

Dengan hasil reportase tersebut, Kepala BPJN Sulteng menjelaskan akan melakukan tinjauan ke lokasi " Terima kasih infonya, akan dicek ke lokasi.

Menurut Arief Syarif Hidayat Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Tengah, material yang ditunjukan dalam gambar bukan Geomat, itu cocomesh atau anyaman dari sabut kelapa untuk perlindungan lereng bukit, tulisnya menjawab konfirmasi tim media bulan Januari 2023.
Pengaman bahu jalan ambruk, ruas Kalawara-Kulawi, foto 28/11/2023

Sementara Kepala satuan kerja ( Kasatker ) serta anak buanya yakni PPK 1.6 Franco A. Uktolseja memilih menutup rapat-rapat konfirmasi yang disampaikan.

Tak sampai disitu, tim media berusaha melakukan konfirmasi di kantor PPK 1.6 kala itu,  Franco A. Uktolseja yang hendak dikonfirmasi disinyalir menghindar.
Ruas jalan Kalawara-Kulawi, badan jalan berlubang ancam keselamatan pengguna jalan, foto 28/11/2023

Tim media saat itu hanya dilayani salah satu pegawai yakni Pak Eka " Bapak belum bisa ditemui, lagi banyak tamu yang diterima, bapak sibuk " urai Eka di kantor PPK 1.6 pada 16 Januari 2023.

Kerusakan jaring pengaman lereng bukit ruas Kalawara-Kulawi sudah diketahui Kepala BPJN Sulteng, Kasatker dan PPK 1.6 Tujuh bulan sebelum masa PHO dilakukan, namun anehnya PHO tetap dilakukan meski ada kerusakan di beberapa titik ruas.
Pengaman bahu jalan, belum dilakukan perbaikan ruas jalan Kalawara-Kulawi, foto 28/11/2023

Hal ini perlu diseriusi Aparat Penegak Hukum bahwa telah terjadi dugaan janggal proyek yang berdampak kerugian keuangan negara. 

Terbaru 28/11/2023 tim media yang tergabung melakukan reportase diruas jalan Kalawara-Kulawi. Dari hasil penelusuran itu, ditemukan fakta-fakta terkini hasil proyek Rp156,6 miliar rusak di berbagai segmen.
Proyek Rp156,6 ruas jalan Kalawara-Kulawi milik BPJN Sulteng PPK 1.6, foto 28/11/2023


Pengendali Erosi Lereng Bukit Milik PT. Wika Jebol

Material konstruksi proteksi lereng bukit di desa Omu, jadi sorotan, pasalnya jaring pengaman lereng bukit rusak parah, proteksi konstruksi kehilangan daya untuk menahan derasnya erosi.

Jika musim hujan banyak meterial hasil gerusan lereng menimbun badan jalan, jika tidak hati-hati saat melintas bisa mengancam keselamatan.

Bahkan mirisnya, informasi kerusakan yang disampaikan tim media 02 Januari disinyalir tidak ditindaklanjuti oknum penyelenggara, ditengarai ada pembiaran dari BPJN Sulteng sehingga berpotensi merugikan keuangan negara.

Fakta lainya dari hasil penelusuran diruas Kalawara-Kulawi yakni adanya perbedaan penggunaan material konstruksi proteksi lereng bukit diruas itu.

Berikut Uraiannya Singkatnya dalam Artikel ini!

Proyek rekonstruksi jalan Kalawara-Kulawi-Sirenja yang dimenangkan PT. Wika sebesar Rp156,6 miliar yang terkontrak sejak 24/11/2021 ditengarai melanggar aturan teknis pelaksanaan. Dugaan itu mengemuka saat tim media melakukan reportase sejak 02 Januari tahun 2023. Terdapat indikasi kangkangi aturan teknis yakni dalam penggunaan material konstruksi proteksi lereng bukit yang berbeda di beberapa segmen.

Seperti di desa Omu rekanan pelaksana menggunakan selimut pengendali erosi dengan meterial anyaman sabut kelapa atau Cocomesh tanpa jaring kawat dan ditempat lainya menggunakan cocomesh dengan jaring kawat sebagai pengikat.

Tentu hal ini menimbulkan spekulasi bahwa ada dugaan "main mata" oknum pelaksana. 

Selain material konstruksi proteksi lereng dengan anyaman sabut kelapa ( cocomesh ) pihak pelaksana terindikasi gunakan material dengan merek lain yakni Geomat untuk perlindungan lereng bukit.

Sehingga dengan fakta ini ditengarai pihak terkait sengaja menggunakan material proteksi konstruksi lereng gunung yang berbeda karena persoalan harga satuan yang diduga cocomesh lebih murah dari geomat jaring kawat.

Badan Jalan Mulai Rusak

Dari hasil pantauan diruas Kalawara-Kulawi 28/11/2023 berbagai kerusakan cukup parah ditemukan, seperti badan jalan berlubang, genangan air, ambles bahu jalan, drainase rusak, talud penahan bahu jalan patah serta kerusakan lainya.
Badan jalan berlubang proyek pasca bencana PT. Wika di Sulawesi Tengah, foto 28/11/2023 

Beberapa titik ruas jalan mengalami penurunan kondisi, lubang di badan jalan yang mengangga lebar serta terjadinya perubahan bentuk perkerasan jalan, hal ini diduga karena tanah dasarnya lemah akibat tidak optimalnya saat pemadatan badan jalan.
Bahu jalan ambles, ruas jalan Kalawara-Kulawi PPK 1.6 BPJN Sulawesi Tengah, foto 28/11/2023

Termasuk pengelupasan butir tepatnya diruas jalan Sadaunta dengan perkiraan panjang jalan hampir 1 Kilometer, disinyalir akibat rendahnya kandungan aspal atau karena suhu penghamparan aspal yang tidak sesuai standar spesifikasi.

Dugaan lainya adalah lemahnya pengawasan di proyek yang telah menggerus 'keuangan negara' melalui utang atau pinjaman luar negeri.
Ambles bahu jalan, ancam keselamatan warga, proyek milik BPJN Sulteng PPP 1.6, foto 28 November 2023

Akibatnya adalah proses pengerjaan disinyalir asal-asalan sehingga beberapa titik alami penurunan kondisi karena tidak sanggup menahan beban kendaraan.

Suhu aspal yang rendah saat penghamparan dilakukan menjadi salah satu faktor ikatan agregat tidak optimal.

Sistem Drainase yang Buruk

Beberapa indikasi kerusakan jalan diruas Kalawara-Kulawi akibat sistem drainase yang buruk, beberapa titik drainase rusak parah, hingga 28/11/2023 belum dilakukan perbaikan.
Drainase rusak diruas jalan Kalawara-Kulawi, foto 28 November tahun 2023

Akibat drainase yang rusak, ketika musim hujan, air yang membawah material lumpur pasir dan batu merembes ke badan jalan.
Penahan bahu jalan rusak diruas jalan Kalawara-Kulawi milik BPJN Sulawesi Tengah PPK 1.6 PJN Wilayah 1 Sulteng, foto 28/11/2023

Kepala BPJN Sulteng bersama Kasetker PJN Wilayah 1 Edwin C Manurung dan PPK 1.6 Franco A. Uktolseja disinyalir kompak diam saat tim media yang tergabung dalam reportase melakukan upaya konfirmasi 28/11/2023.

TIM








Nama

Adhyaksa,54,ADVERTORIAL,8,Amerika,1,Banggai,4,Banjir Bandang,1,Banjir Rogo,1,Bayangkara,29,Bhayangkara,47,Bina Marga Sulteng,3,bpjn palu,2,BPJN Sulteng,1,BPPW Sulteng,8,Buol,14,BWS Sulawesi III,1,BWSS III,1,Claresta Taufan,2,Covid 19,6,DAERAH,131,Donggala,3,Edukasi,1,Entertainment,2,FOTO,7,GADGET,6,In Picture,6,Infrastruktur,185,Jaksa Menyapa,1,Jalan Provinsi,2,Kabar Kampus,27,Kemenkumham Sulteng,1,Kesehatan,11,Kotaku,1,LIPUTAN KHUSUS,7,Morut,11,NASIONAL,49,News,12,Opini,1,Palu,8,Parimo,3,Pemkab Buol,19,Pemkab Morut,191,Pemkab Sigi,45,Pemkab Tolitoli,8,Pemkab Touna,1,Pemkot Palu,19,Pemprov Sulteng,43,Pendidikan,1,Peristiwa,1,Polsek Lampasio,1,PPKM Mikro,1,PT Vale Indonesia,3,SELEB,4,Sigi,35,Sorotan,4,SPORT,13,Timnas Indonesia,1,Tokoh,1,Toli Toli,2,Top News,165,Wisata,3,
ltr
item
Berita Harian Terkini dan Terbaru Hari Ini Palu Sulawesi Tengah | Respon Aktual: Menanti Gerak APH di Sulteng, Proyek Rp156,6 Miliar Disoal
Menanti Gerak APH di Sulteng, Proyek Rp156,6 Miliar Disoal
Menanti Gerak APH di Sulteng, Proyek Rp156,6 Miliar Disoal
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA01rnhUD1mAr6hvSHvlWPeR92LQvcAY4ve8tXTFyQu5elaDmZ6iRfzQkfjNpBzhdLdSFfAUEPmeTYBkK0_XXJ2prbCheSVF5dEWnpD5WMi5w-DkZ3so8ebBXFoQobiGjndtLenaC4a1dy7uEfdM-ygEUQqcZnlt2MgLxuhgBQMGe6EMBSDqVBXZkBVnmH/w320-h180/IMG-20231202-WA0072.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA01rnhUD1mAr6hvSHvlWPeR92LQvcAY4ve8tXTFyQu5elaDmZ6iRfzQkfjNpBzhdLdSFfAUEPmeTYBkK0_XXJ2prbCheSVF5dEWnpD5WMi5w-DkZ3so8ebBXFoQobiGjndtLenaC4a1dy7uEfdM-ygEUQqcZnlt2MgLxuhgBQMGe6EMBSDqVBXZkBVnmH/s72-w320-c-h180/IMG-20231202-WA0072.jpg
Berita Harian Terkini dan Terbaru Hari Ini Palu Sulawesi Tengah | Respon Aktual
https://www.responaktual.online/2023/12/menanti-gerak-aph-di-sulteng-proyek.html
https://www.responaktual.online/
https://www.responaktual.online/
https://www.responaktual.online/2023/12/menanti-gerak-aph-di-sulteng-proyek.html
true
2245629800180977334
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy