Progres Positif Preservasi Jalan Nasional Buol Batas Provinsi Gorontalo 2026, Konektivitas Terhubung, Target Tuntas Akhir Tahun
Progres Positif Preservasi Jalan Nasional Buol Batas Provinsi Gorontalo 2026, Konektivitas Terhubung, Target Tuntas Akhir Tahun
BUOL – Proyek Preservasi ruas jalan nasional Buol - Lokodoka - Paleleh Batas Provinsi Gorontalo menunjukan hasil cukup memuaskan, progres fisik terlampaui, jalur logistik lintas Timur di akhir tahun 2026 makin terjaga.
Berdasarkan pantauan respon aktual di lokasi, sejumlah item pekerjaan konstruksi terus dikebut. Proyek tersebut dipastikan selesai per 31 Desember tahun 2026, sebut salah satu pengawas lapangan.
Terkait dengan protek tersebut, PPK 1.1 Provinsi Sulawesi Tengah kepada respon aktual mengatakan bahwa proyek jalan nasional di Kabupaten Buol, merupakan implementasi dari Asta Cita Pemerintah Pusat untuk mendukung konektivitas dan aksesibilitas warga.
PPK 1.1 menegaskan bahwa kedepan kegiatan konektivitas tahun ini memberi dampak positif untuk mendukung keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Buol serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
Dengan infrastruktur jalan yang menghubungkan desa ke kota, pusat ekonomi, serta wilayah produktif seperti pertanian, industri, dan pariwisata, pemerintah yakin betul akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dampaknya adalah produksi masyarakat menjadi lebih lancar, efektif dan efisien.
Program ini menjadi langkah strategis dalam mengurangi backlog kemantapan jalan di Sulawesi Tengah, sebut PPK 1.1
BPJN Sulteng dikatakannya akan terus memberikan perhatian terhadap keberlanjutan infrastruktur jalan untuk mendukung perekonomian masyarakat sekaligus memutus disparitas antarwilayah.
Perlu diketahui, preservasi jalan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) adalah kegiatan penanganan infrastruktur jalan yang meliputi pencegahan, perawatan, dan perbaikan. Tujuannya adalah mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu lintas, sehingga umur layanan jalan (umur rencana) yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Proyek yang dikerjakan oleh PT. Alliessan yang menggunakan APBN tahun anggaran 2026 sebesar Rp41 miliar itu berada dalam kendali PJN Wilayah 1 Balai Pelaksana Jalan Nasional Sulawesi Tengah.
Pewarta: Ilyas Imran

