" Wujidkan Kemantapan Jalan Nasional di PJN Wilayah IV BPJN Sulteng, Preservasi Jalan Bungku Batas Sultra 2026 Mulai Dikerjakan " ...
" Wujidkan Kemantapan Jalan Nasional di PJN Wilayah IV BPJN Sulteng, Preservasi Jalan Bungku Batas Sultra 2026 Mulai Dikerjakan "
MOROWALI – Preservasi Jalan Bungku–Bahodopi batas Sulawesi Tenggara ( Sultra ) Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan setelah penandatanganan kontrak pada 6 Pebruari 2026. Kegiatan ini guna memastikan jalur strategis nasional yang menghubungkan Kabupaten Morowalidi dan wilayah lainya di Provinsi Sulawesi Tengah dan jalur lintas provinsi tetap aman bagi pengendara khususnya menjelang mudik Lebaran tahun ini.
Dengan ratusan kilometer jaringan jalan dan tingkat kemantapan yang terus dijaga, jalan nasional berperan sebagai koridor utama distribusi barang dan jasa hingga mobilitas masyarakat. Melalui peningkatan kualitas, preservasi rutin, dan pembangunan berkelanjutan, konektivitas antarwilayah di Kabupaten Morowali semakin kokoh sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional sesuai dengan visi Kementerian Pekerjaan Umum.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Bina Marga khususnya PJN Wilayah IV BPJN Sulteng untuk menjaga kondisi ruas jalur nasional tetap mantap, aman, serta nyaman dilalui dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Diketahui, ruas jalan yang berada di bawah kendali PPK 4.4 Windunoto Abisetyo ST. MT berada dalam naungan Satker PJN Wilayah IV Provinsi Sulawesi Tengah mencakup wilayah Kabupaten Morowali yang berbatasan langsung dengan provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) itu masuk dalam kawasan tambang nikel dimana wilayahnya memiliki karakteristik tanah labil serta pegunungan curam sehingga jika musim hujan tiba, tanah-tanah disekitar mudah tergerus air dan membawah material bebatuan menutup badan jalan di wilayah tersebut.
Melihat kondisi ruas strategis nasional harus tetap terjaga dan aman dilalui warga, presrrvasi jalan penting dilakukan agar kemantapan jalan terus terjaga sepanjang tahun.
Pada tahun 2024 penanganan preservasi segmen jalan nasional Bungku-Bahodopi batas Sultra, mencakup berbagai aspek pemeliharaan dan rehabilitasi diantaranya yakni minor sepanjang 2,5 kilometer, preservasi rutin di sepanjang 37,09 kilometer, penanganan holding sejauh 18 kilometer, serta penanganan drainase sepanjang 2,093 kilometer dan jembatan sepanjang 105,20 kilometer.
Revitalisasi drainase di sepanjang ruas jalan ini juga menjadi prioritas utama guna mengurangi dampak banjir di musim hujan
Total panjang keseluruhan ruas ini mencapai 108 km dengan tingkat kemantapan jalan sebesar 93 persen pada tahun 2024.
Sementara pada tahun 2025, sejumlah item penanganan dilakukan pada ruas tersebut. BPJN Sulteng melalui PPK 4.4 bekerja sama dengan PT IMIP menangani ruas jalan Bahodopi – Batas Sultra sepanjang 2,3 km. Pekerjaan ini mencakup rigid pavement dan pemasangan saluran samping (U-ditch). Proyek tahun 2025 tersebut diketahui ditangani dengan baik sehingga memberikan dampak positif terhadap kelancaran distribusi logistik antarwilayah.
Pada tahun 2026, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah kembali memberikan perhatian serius terhadap perbaikan kondisi jalan nasional antar provinsi melalui program preservasi atau serangkaian kegiatan pencegahan, perawatan, dan perbaikan (seperti penambalan lubang, pembersihan drainase, dan pelapisan ulang) yang dilakukan secara rutin untuk mempertahankan kondisi jalan tetap mantap, aman, dan nyaman sesuai umur rencananya. Ini krusial untuk mobilitas, efisiensi biaya, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Kepala BPJN Sulawesi Tengah, Bambang S. Razak, ST., MT., melalui Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah IV Rolli Ekianto, SE. ST. MT mengatakan, proyek preservasi jalan merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus memperkuat rantai pasok nasional serta kenyamanan berkendara.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada perbaikan kondisi jalan yang rusak, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.
BPJN Sulawesi Tengah akan terus memastikan akses transportasi menuju sentra-sentra produksi masyarakat menjadi lebih lancar, efektif, efisien, dan berkelanjutan. Proyek ini dipastikan selesai sesuai jadwal dengan mengutamakan mutu konstruksi berdasarkan ketentuan Bina Marga.
Kasatker Rolli menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam mengurangi backlog kemantapan jalan di Sulawesi Tengah.
Pihaknya berharap ke depan proyek jalan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat di Kabupaten Tojo Una-una dan Kabupaten Banggai dalam menjalankan aktivitas ekonomi warga sekitar.
Pewarta: Ilyas Imran


